Senin, 28 Mei 2012

buntu

dimana jalan keluar?
ALLAH :)

Jumat, 25 Mei 2012

puisi Pak Habibie

 Puisi Bj Habibie Namamu Ainun - Berikut adalah Puisi berjudul "Puisi Untuk Ibu Habibie: Namamu Ainun" yang dianggap adalah sebagai puisi BJ Habibie sendiri oleh banyak kalangan dunia maya.

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam
diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti 
cinta, sehingga
aku mampu men
cintaimu seperti ini.

Kamis, 03 Mei 2012

Minggu, 29 April 2012

my lady susie

aku punya kucing baruuuuu :)
namanya, lady susie

bukan lady gaga lho :p tapi pertama dimasukin ke kandang (kemarin) sampe sekarang nggak ada damai damainya sama kucingku yang pertama (baca: unyil bahagia) ya semoga si unyil dan lady bisa cepet kawin biar ibukku cepet punya cucu. haha wanna see her pict?
 

Kamis, 26 April 2012


lihat

mengais serpihan masa lalu, menjadikannya rangkaian semu
jemu aku jemu 
menanti satu, menanti kamu
aku terduduk dalam ragu, ragu, dan ragu yang selalu datang membiru

lihat dirimu!

bahkan semilipun kamu tidak berubah
mungkin hanya garis wajahmu yang kian hari kian tegas
atau auramu yang menggema dengan hebat
terpana? tidak, maaf saja aku sudah jera

lihat diriku!

pesakitan
menggigil dalam dinginnya suhu yang kita buat
dan tolong,
jangan menatapku seperti itu,
lagi-lagi dengan tatapan itu
tatapan yang membuatku nyaris gila, menghindarimu dalam nyata
aku cinta? iya awalnya
tapi berakhir luka yang menyeruak, dan kau masih tega menggoreskan semua itu lagi?
lagi lagi lagi lagi lagi hingga lagi tak hingga!?

hey!

DON'T JUDGE THE BOOK BY ITS COVER AND ITS SYNOPSIS !